Jumat, 02 Agustus 2013

Thousands of Scouts gather at the 30th APR Scout Jamboree in Kirara-hama

The adventure is on for over 14,000 Scouts from 53 countries as the 30th Asia-Pacific Regional Scout Jamboree/16th Nippon Jamboree is on-going in Kirara-hama, Yamaguchi, Japan. The regional jamboree started on 1st of August and will run until the 7th.
Adding colour to the opening ceremony was the presence of Japanese Prime Minister Shinzō Abe, Mr. Yamaguchi Prefectural Governor Shigetaro Yamamoto, and the Director-General of the Education Ministry Mr Yoshio Yamawaki, together with Regional Chairman Dr Chao Shou-Po, Regional Scout Committee member Wendel Avisado, Regional Director Mr J. Rizal C. Pangilinan, and other regional leaders.
On the second day the jamboree, participants were fully engaged in both on-site and off-site activities. At the Global Development Village, participants join workshops on global issues from six perspectives: peace, environment, health, human rights, development, and disaster mitigation. Activities are in collaboration with 16 NGOs and NPOs such as the World Food Programme, United Nations Human Settlements Programme (UNHABITAT), Plan Japan, among others.
Elizabeth Divina, Young correspondent from Indonesia said “Touch is one of the most powerful thing in this world, and that’s what we learned in GDV through its ‘six senses exhibit.’ Because touching could also mean expressing.”
Culture is another eye-catcher at the arena through music, dance, costumes and crafts of Japan and that of other countries. Participants are seen beating the Japanese drums while others eagerly await their turn. Others are also carefully making beads either for themselves or as a gift. Other activities like woodcutting and calligraphy are hit activities for the Scouts.
Nature is definitely a part of the adventure as participants tour the Yamaguchi countryside visiting 19 towns and cities. And for Hiroshima Peace Programme which aims to deepen appreciation of peace, Scout Correspondent Luis Henrique from Brazil said “Today we went to Hiroshima, a city that surpassed our expectations. There, we learned about the real damage that an atomic bomb can cause, and its aftereffects and the pain that many families had to suffer. It was very touching!”
In the world of Science, participants are enjoying assembling a model of the famous robot “Asimo.”
Another important part of the Jamboree is the Messengers of Peace (MoP) which runs a workshop engaging Scouts as Messengers of Peace.
Adding colour to the Jamboree was an interview with astronaut Soichi Noguchi done also by a young Scout inside the campsite on 4th August. Watch You tube link ( http://youtu.be/KVyTMA_asAo)
The heavy rain on the weekend turned the camp into a muddy place, but activities went on. Some Rover Scouts volunteered to help and donated rubber gloves and masks.
This Regional Jamboree is a pre-Jamboree of the 23rd World Scout Jamboree to take place at the same campsite in 2015.
To get updated on what’s happening inside the Jamboree, the Scout Association of Japan has launched its official Facebook which, as of now, has more than 4,000 likes!
All photos are taken from the official Facebook of the jamboree.
Facebook: ( https://www.facebook.com/16nj30aprsj)

Kamis, 01 Agustus 2013

Two national camps aim for appreciation of agriculture and special needs


Two national Scout camps were held in Indonesia recently. First, the National Community Service Camp for the Agriculture Special Unit of Rover and Senior Rover. This camp was held in West Sumatra Province from 25 to 30 June 2013.
The Indonesian Minister of Agriculture, Ir. H. Suswono, opened the camp in front of more 1,200 Rovers and Senior Rovers who came all the way from 33 provinces of Indonesia.
Indonesia is known as an agriculture country, and through this camp, Minister Suswono expressed hope that many young people would learn to appreciate farming and fisheries, even though many people nowadays tend to shy away from agriculture. This camp, said the Minister, “can be create a momentum to develop young farmers in Indonesia”. With Indonesia’s goal for food self-sufficiency, this move is to create a cadre of young movers for agricultural development. Participants of this community camp learned about the many aspects of agriculture and new technologies for farming and fishing.
"The seriousness of fostering this special unit in the past has produced many young cadres in agriculture area”, he added. The Minister was accompanied by Chief Commissioner of Gerakan Pramuka, Prof.Dr. Azrul Azwar, and Deputy Governor of West Sumatra who is also the Chairman of Gerakan Pramuka in West Sumatera Province.
The other national Scout camp was held at Cibubur Scout Camp, from 30 June to 5 July 2013. More than 600 Scouts with special needs from many provinces in Indonesia participated in the camp. Officially opened by the Chief Commissioner of Gerakan Pramuka, Prof. Dr. Azrul Azwar, the camp attracted many young people with special needs.
Once referred to as “children with disabilities”, the term has changed to “children with special needs” to respect their dignity and equality with other children.
-- Berthold Sinaulan, APR Honorary Correspondent, Gerakan Pramuka, Indonesia

Rabu, 17 Juli 2013

Pelantikan Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional Pergantian Antar Waktu Masa Bakti 2011-2016


298958_3.JPG

Jakarta (17/7), Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Menteri Kesehatan RI selaku Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Tingkat Nasional melantik/mengukuhkan dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS selaku ketua Umum Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional Pergantian Antar Waktu Masa Bakti 2011-2016
Pengukuhan ini dilakukan oleh Pelaksana Harian Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Amaroso Katamasi selaku Waka Kwarnas Gerakan Pramka Bidang Organisasi dan Kerjasama di Auditorium Prof. G. Siwabessy, Kementrian Kesehatan RI, Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 Jakarta.
Setelah rangkaian kegiatan pengukuhan Pimpinan dan anggota saka Bakti Husada Tingkat Nasional yang baru ditampilkan juga acara hiburan berupa persembahan atraksi Pramuka Saka Bahti Husada antara lain Sosio drama Saka Bakti Husada dengan judul “akibat pergaulan bebas” oleh anggota Pramuka Saka Bakti Husada Kwarcab Jakarta Timur, Smaphore oleh Gudep Dhanapala SMPN 76 dan memainkan alat musik tradisional “angklung” oleh Saka Bakti Husada Kwarcab Gerakan Pramuka Cianjur.(Hd)
[Sumber berita: Humas Kwarnas]

Jumat, 05 Juli 2013

Konda Sumbar dan Jawa Timur Raih Predikat Tergiat di PPLB Nasional 2013


581335_1.jpg

Jakarta, Jum’at pagi (5/7) Pertemuan Pramuka Luar Biasa Tingkat Nasional Tahun 2013 atau disingkat PPLB Nasional 2013 yang digelar selama 6 hari oleh Gerakan Pramuka akhirnya ditutup. Panitia PPLB Nasional 2013 menetapkan Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat bagian putera dan Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur bagian puteri meraih predikat tergiat.
Sementara untuk kebersihan lingkungan dan kerapian kemah, Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Daerah D.I. Yogyakarta bagian putera dan Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Riau bagian puteri meraih predikat terbersih.
PPLB Nasional yang berlangsung selama sepekan, 30 Juni –  5 Juli 2013 telah  melakukan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, ditambah dengan kegiatan wisata budaya dan karnaval di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Wakil Ketua Kwartirt  Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, Marsdya TNI (Purn) Eris Herryanto Jum’at pagi (5/7) menutup secara resmi PPLB Nasional yang berlangsung 5 tahun sekali.  Acara berlangsung di Lapangan Perkemahan Puteri (Kempi) I, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.
Kegiatan yang mengangkat tema “Bertakwa, Mandiri, Peduli, dan Berprestasi” ini, melibatkan Pramuka berkebutuhan khusus dari 16 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka dengan jumlah 787 orang, terdiri dari Pramuka Penggalang berkebutuhan khusus, pimpinan kontingen, pembina pendamping dan dokter kontingen. Peserta PPLB Nasional adalah anggota Gerakan Pramuka berkebutuhan khusus golongan A (Tunanetra), golongan B (Tunarungu), golongan C (Tunagrahita), golongan D (Tunadaksa), dan golongan E (Tunalaras)
Selama sepekan, mereka yang berkebutuhan khusus hidup dalam perkemahan yang mungkin belum pernah mereka lakukan selama ini apalagi hidup bersama  dengan teman-teman sebaya se-tanah air. PPLB Nasional telah memberikan mereka pengalaman, pengetahuan dengan hidup bertakwa, mandiri, peduli, dan berprestasi.
Lasuwardi atau akrab di panggil Adi dari golongan Tunadaksa ini sangat bangga mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan PPLB Nasional yang selama ini belum terlintas dalam pikirannya.
Anak kedua dari tiga bersaudara kelahiran Tubelo, Halmahera Utara, Maluku Utara ini sangat senang. “wah pengalaman luar biasa”, ungkapnya singkat.

Rabu, 03 Juli 2013

Kegiatan Hari ke-4 PPLB Nasional 2013


509145_1.JPG

Salam Pramuka

Hujan yang mengguyur Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, tidak menyurutkan adik-adik Pramuka luar biasa/Pramuka Berkebutuhan Khusus. Berawal dari kegiatan Senan Pagi, menjelang pukul 08.00, adik-adik peserta PPLB Nasional 2013 berkumpul di lapangan utama Kempi II, Cibubur, Jakarta.

Memasuki hari ke-4 (3/7) kegiatan PPLB Nasional 2013 ada 3 kegiatan besar yang harus diikuti peserta hingga malam nanti. Ketiga kegiatan tersebut adalah
1. Pukul 08.00 - 12.00 melakukan kegiatan PENJELAJAHAN
2. Puklul 14.00 - 15.00 melakukan kegiatan BAKTI MASYARAKAT
3. Pukul 19.00 - 21.30 melakukan kegiatan PENTAS SENI

Semoga kegiatan berjalan lancar....amin

Selasa, 02 Juli 2013

Iptek Khusus Batik Celup cara sederhana mengembangkan Seni batik Di Nusantara.


228104_1.jpg

Jakarta (2/7), Seluruh Peserta yang mengikuti Pertemuan Pramuka Luar Biasa (PPLB Nas) 2013 atau anak berkebutuhan khusus, Mereka sama saja dengan anak-anak normal yang pada intinya mereka harus bekerja dan bisa hidup mandiri dan berbaur bersama masyarakat walaupun dengan IQ dibawah Normal. Hal tersebut disampaikan oleh Kak Narno Panitia PPLB Nasional 2013 yang ditemui Team Jurnal disela-sela Kegiatan Iptek Khusus yaitu membuat Batik Celup yang diikuti oleh peserta golongan C atau Tunagrahita. Diharapkan para peserta mendapatkan pengalaman dari apa yang mereka peroleh dalam kegiatan PPLB Nasional ini. Salah satunya adalah dapat dan bisa mengembangkan beragam corak batik sesuai dengan daerah Kontingen masing-masing. Pembuatan batik Celup merupakan cara sederhana untuk terus dikembangkan agar bisa menjadi tumpuan dimasa yang akan datang.
Sementara itu  Kak Sisilia,  Pindamping perwakilan dari SLB YPAC Mamalayang Manado Provinsi Sulawesi Utara. Kak Sisilia menambahkan bahwa SLB YPAC Mamalayang yang sudah 4 kali mengikuti kegiatan PPLB Tingkat Nasional. Walaupun mereka adalah anak berkebutuhan khusus, mereka sangat bangga dan bukan  menjadi kendala untuk mengikuti kegiatan 5 tahunan Gerakan Pramuka. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan akan semakin memperkaya khasanah kekayaan di Nusantara terutama Batik, kalau dahulu batik hanya terdapat di Pulau Jawa tetapi sekarang di Sulawesi Utara tepatnya daerah Belang ada batik yang mereka sebut dengan Batik Kain Bentenan.
[Sumber: Text & Foto: Yudhi/Mahali]

Harapan Kakwarnas Untuk PPLB Nasional 2013


2349_22.JPG

Seperti kegiatan pada umumnya, kegiatan Pertemuan Pramuka Luar Biasa atau yang berkebutuhan Khusus Tingkat Nasional kali ini tentunya punya harapan. Nah kakak-kakak, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H menekankan beberapa poin penting untuk kita semua, agar PPLB Nasional 2013 ini sukses dan sesuai harapan.
Harapan yang disampaikan Kakwarnas yakni berpesan kepada adik-adik sekalian, ikutilah seluruh permainan dan keterampilan ini karena semua ini baik buat adik-adik sekalian.
Dikatakan Kak Azrul Azwar, Sasaran yang ingin kita capai tidak hanya anak-anak yang berbadan normal  tapi lebih dari pada itu anak-anak kita yang dalam keadaan luar biasa atau berkebutuhan khusus. Karena justru yang kita tahu bersama anak-anak yang berkebutuhan khusus ini lebih mementingkan, lebih memerlukan uluran tangan dan dukungan kita semua. Sehingga dengan keterbatasan yang dimiliki tidak hanya dapat membantu kehidupan diri sendiri tapi juga kehidupan keluarga bahkan masyarakat.
Untuk itu tutur Kak Azrul Azwar ada 2 (dua) hal yang perlu kita lakukan, pertama,  berusaha untuk meningkatkan organisasi yang kita miliki dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan konseling yang mesti kita lakukan pada generasi  muda. Kedua, yang terpenting adalah  melakukan berbagai pencegahan sehingga kaum muda kita tidak mendapatkan masalah-masalah sebagaimana yang tidak kita harapkan.
Melalui Pramuka Luar Biasa, perkemahan yang kita laksanakan selama sepekan (30 Juni – 5 Juli 2013) di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta,  adik-adik akan diperkenalkan beberapa hal yang bisa diperhatikan sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan yang dapat memberatkan, dapat kita atasi dengan sebaik-baiknya. Sd.