Tampilkan postingan dengan label Berita pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita pramuka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2014

Malam Api Unggun Ramaikan Lintas Khatulistiwa 2014

980187_1.a.jpg


Raja Ampat (19/5) Kehadiran Menpora RI Roy Suryo sebagai Permbina Ucapara  Api Unggun dalam rangkaian kegiatan Lintas Khatulistiwa Pemuda 2014 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Pulau Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat membuat suasana menjadi semarak.
Prosesi acara diawali dengan penyalaan api unggun oleh Menpora kemudian berlanjut menyanyikan lagu “Api Unggung”. Di depan 130 anggota Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega dari Saka Pramuka Bahari, Menpora menyampaikan pesan kepada seluruh peserta perkemahan agar semangat pemuda khususnya Pramuka harus terus berkobar dan menyala seperti api unggun malam ini.
"Saya bangga dan senang kepada adik-adik semua yang ikut pada acara malam ini. Semangat kalian semua harus terus menyala seperti api ini, saya ingin semangat seperti api ini bisa menerangi semangat adik-adik kalian”, kata Menpora.
Menpora juga menyampaikan bahwa tanggal  20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional telah menjadi catatan baru di negeri Raja Ampat. Selain ada penempatan prasasti Tugu Khatulistiwa, Kemenpora juga membuat berbagai kegiatan yang tujuannya untuk membangkitkan semangat pemuda di daerah ini.
"Siang tadi saya bersama Pak Gubernur dan jajaran Muspida daerah Papua Barat telah menempatkan dan menandatangani tugu prasasti sebagai destinasi baru daerah yang dilewati Garis Khatulistiwa. Raja Ampat memiliki keindahan luar biasa sebagai daerah yang dilewati Garis Khatulistiwa, saya ingin kepada kalian semua untuk menjaga keindahan dan sejarah di Raja Ampat," paparnya.
Sementara Asisten Deputi Kepanduan Kemenpora, I Gusti Putu Raka Pariana mengatakan antusias para peserta yang ikut pada kegiatan Lintas Khatulistiwa 2014 di Bumi Perkemahan Waisai ini sangat luar biasa.
"Kita awalnya hanya menargetkan 100 peserta pengak yang ikut pada acara malam api unggun, ternyata hadirnya tamu dari Pramuka Penggalang ikut meramaikan acara yang sangat dinantikan oleh anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Raja Empat, itu sangat perlu kita apresiasi," kata Raka.
Usai memberikan sambutan Menpora, Gubernur dan para pejabat yang hadir ikut menari bersama dengan para peserta.  Suntingan Saiko Damai, sumbe: Latif, Asdep Kepanduan Kemenpora.

Sabtu, 22 Februari 2014

Kwarda Sumatera Utara Ikut Singapore International Airboree


73600_Kwarda Sumatera Utara Ikut Singapore International Airboree.jpg

Medan - Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sumatera Utara (Kwardasu) ikut berpartisipasi pada even "1 st Singapore International Airboree 2014" pada 12 hingga 16 Februari 2014, Singapura.
Even internasional kepramukaan diikuti Kwarda Sumatera Utara itu diwakili anggota Pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Tapanuli Tengah. Kegiatan 1st Singapore International Airboree tersebut berlangsung di Sarimbun Scout Camp Singapura.

Plt Sekretaris Kwardasu dr H Aris Yudhariansyah MM menjelaskan hal itu kepada wartawan, Sabtu (15/2) selaku pimpinan kontingen Kwarda Sumut bersama H Syukran Jumilan Tanjung yang juga Ketua Kwarcab Tapanuli Tengah dari Singapura.

Kegiatan internasional yang diikuti 8 negara ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan Air Scout Singapura. Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan singapore Air Show 2014.

Selain melihat pelaksanaan Singapore Airshow kegiatan ini antara lain juga menghadirkan amazing race dimana para peserta secara berkelompok akan menjelajahi Singapore hanya dengan bantuan peta.

Kegiatan yang baru kali ini digelar dan diikuti Kwarcab Tapteng ini akan menjadi pedoman, khususnya bagi pramuka Tapanuli Tengah jika nanti suatu saat dipercaya sebagai pelaksana kegiatan pramuka tingkat Kwarda Sumut.
[Sumber Berita : http://theglobejournal.com]

Senin, 25 November 2013

40 Pembina Pramuka Dilatih Khusus


27737_Banjarmasin.jpg

BANJARMASIN — Keberlangsungan kegiatan Pramuka sangat tergantung dari kualitas pembinanya. Tanpa figur seorang pembina, anggota Pramuka tidak terdidik dengan baik.
Demikian ungkapan Wakil Walikota Banjarmasin HM Irwan Anshari dalam pembukaan Kursus Pembina Pramuka di Gedung Pramuka, Jalan Anang Adenansi, Senin (18/11) sore.
“Tujuannya, memberi bekal pengetahuan dan pengalaman praktis bagi pembina pramuka. Selain juga untuk menambah jumlah pembina Pramuka,” kata Irwan.
Pendidikan kepramukaan ini melibatkan pembina, pasukan penggalang, ambalan penegak dan racana pandega.

Peserta yang mengikuti kursus ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari Gudep SMP, Gudep SMA dan Gudep perguruan tinggi. Acara dilaksanakan tanggal 18 sampai 24 November 2013. Selain di Aula Kwarcab Pramuka, kegiatan juga dilaksanakan di bumi perkemahan Pusdiklatda Kwarda Kalsel Sei Ulin, Banjarbaru.

Semuanya ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, menambah wawasan serta mempererat persaudaraan. Sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan di gugus depannya masing masing. Acara diakhiri dengan penyerahan tunggul latihan dan pemasangan tanda peserta oleh wakil walikota sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Kak Azrul Azwar: Tidak Perlu Dipersoalkan Wajib atau Tidak Wajib, Saatnya Berpikir Bagaimana Gudep di Sekolah Itu Jalan


405563_1.JPG

Kebijakan ekstrakurikuler wajib yang disampaikan pemerintah, terlepas dari banyaknya polemik tentang itu, kebijakan tersebut merupakan pengakuan yang sangat besar dari pemerintah tentang pentingnya Gerakan Pramuka. 
Oleh karenanya kepada seluruh jajaran Pramuka, tidak perlu mempersoalkan wajib atau tidak wajib, semuanya tak ada gunanya kalau Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah itu tidak jalan bahkan menjadi bumerang bagi Gerakan Pramuka.
Kita tidak mempersoalkan wajib atau tidak wajib karena yang kita lakukan adalah bagaimana kegiatan gugus depan yang berpangkalan di sekolah itu aktih dengan sagala fasilitas yang tersedia dan berjalan baik kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka saat acara penandatanganan Memorium of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) tanggal 11 November 2013 di Auditorium Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta.
Menurut Kak Azrul ada dua langkah untuk menciptakan agar gugus depan yang berpangkalan di sekolah itu tidak dipandang sebelah mata oleh siswanya tapi menjadi sebuah kebanggaan ketika yang terdaftar sebagai anggota Gerakan Pramuka, seperti membuat suasana yang menarik, menampilkan kegiatan yang disukai kaum muda banyakan, inilah yang kita sebut kebijakan pull factor
Langkah kedua adalah push factor, yaitu menciptakan lingkungan sekolah menguntungkan dengan mengakreditasi aktifitas Gerakan Pramuka.
Untuk itu tegas Kakwarnas penandatangan MoU ini mempunyai nilai yang sangat penting dan strategis dalam menyusun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
Sementara itu, Ketua Umum AKSI, Drs. Cucu Saputra, M.P.d mengatakan keberadaan Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah betul-betul mendapat perhatian bahkan jauh dari itu menjadi komitmen kami dari kepala sekolah untuk mensuport keberadaan gugus depan yang berpangkalan di sekolah.
Karena sangat berbahaya, Gerakan Pramuka sebagai wadah/tempat penempahan diri, membina karekter anak muda bangsa itu tidak mendapat respon yang baik dari kepala sekolah, maka kegiatan gugus depan itu akan mati suri, pungkas Kak Cucu.
Oleh kerana itu dengan penandatangan naskah kerjasama ini, kami dari para kepala sekolah akan lebih proaktif secara sporadis mengambil langkah-langkah untuk mengoptimalkan peran dan fungsi gugus depan yang berpangkalan di sekolah agar lebih menarik dan diminati para siswanya, imbuhnya.
Kerjasama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan AKSI ini dalam rangka membangun kerja sama yang sinergis terhadap pelaksanaan pendidikan karakter anak bangsa melalui pendidikan kepramukaan agar tercipta generasi muda yang unggul.

KML-D Tingkat Nasional 2013 adalah Motivator dan Dinamisator Penggerak Kegiatan Kepramukaan digugus depan dan Tingkat Kwartir.


607851_557996_582158915171069_72916821_n.jpg

Cibubur, Sebagai upaya peningkatan jumlah tenaga Pembina Pramuka Mahir Golongan Pandega Tingkat Lanjutan, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Golongan Pandega Tingkat Lanjutan (KML-D) Tingkat Nasional. Wakil Ketua Bidang Pendidikan & Penelitian, Kak Jana Tjahjana Anggadiredja membuka secara resmi kegiatan KML-D Tingkat Nasional bertempat di Pusdiklatnas TRW Cibubur Jakarta Timur, selasa pagi (29/10).

Dalam sambutannya Kak Jana mengatakan “ bahwa kegiatan KML-D Tingkat Nasional 2013 ini adalah yang pertama, yang mempunyai tujuan secara umum yaitu untuk meningkatkan jumlah dan mutu Pembina Pramuka Mahir Golongan Pandega Tingkat Lanjutan yang memiliki kopetensi serta dedikasi tinggi sehingga mampu melakukan pembaharuan dibidang pembinaan peserta didik disatuannya, dan mampu mengelola kegiatan digugus depannya masing-masing,”. sekitar 85 % materi yang akan diperoleh peserta KML-D Tingkat Nasional adalah kegiatan dilapangan, dengan harapan Pembina Pramuka Mahir Golongan Pandega Tingkat Lanjutan dapat menjadi Pembina yang tepat untuk mendidik anggota Pramuka Pandega setelah mengikuti kegiatan tersebut. Kak Jana menghimbau Pudiklatda dan Pusdiklatcab agar melaksanakan kegiatan KML-D karena sebagian besar Pramuka Golongan Pandega berada daerah dan kota-kota besar, karena melalui KML-D Tingkat Nasional 2013 adalah Motivator dan Dinamisator Penggerak Kegiatan Kepramukaan digugus depan dan Tingkat Kwartir.

Sementara itu ketua Pelaksana KML-D Tingkat Nasional 2013, Kak Susi Yuliati mengungkapkan bahwa KML-D berlangsung 28 Oktober – 3 November 2013 yang diikuti oleh 16 orang putra dan 2 orang putri. Mereka adalah Pembina Mahir Lulusan KMD yang aktif membina Pramuka Pandega utusan dari 13 Kwarda. Peserta akan mendapatkan pembelajaran dari tim pelatih Kwarnas dan Kwarda dengan multi metode antara lain : ceramah, seminar, Lokakarya, dinamika kelompok, out door scout activity game, rencana tindak lanjut dan open forum. Bahkan setiap hari peserta KML-D akan melaksanakan Project Work yang dilaksanakan diwilayah Cibubur dan sekitarnya dengan mengerjakan Jembatan Bambu dan Pos Ronda.

Humas : yd

Minggu, 27 Oktober 2013

Kak Azrul Azwar, diantara pengurus Kepramukaan Asia Pasifik, sedang mengikuti meeting di Taiwan 18-22 Oktober 2013

351107_taiwan 1.jpg
Kak Azrul Azwar, diantara pengurus Kepramukaan Asia Pasifik, sedang mengikuti meeting di Taiwan 18-22 Oktober 2013
19/10, Kak Azrul Azwar, Ka Kwarnas GP selaku anggota Komite Kepramukaan Kawasan Asia Pasifik (Asia-Pacific Regional Scout Committee/APRSC), menghadiri pertemuan rutin APRSC di Chien Tan Youth Center, Taipei, Taiwan, tgl 19-20 Oktober 2013. Pertemuan membahas perkembangan kepramukaan di Asia Pasifik dan Dunia saat ini. Hadir pd pertemuan APRSC kali ini: Kak Simon H. Rhee, Ketua Komite Kepramukaan Sedunia; Kak Scott Teare, Sesjen Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia/WOSM; serta undangan lainnya. (Ady-ynt)

Kak Kodrat Pramudho Membuka Kegiatan Jota Nasional ke-74 dan Joti Nasional ke-32

608816_Kak Kodrat.jpg


Cibubur, Jambore On The Air (JOTA) Nasional ke 74 dan Jambore On The Internet (JOTI) Nasional ke- 32 dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Humas & Informatika, DR. P.A. Kodrat Pramudho, bertempat di aula Tirta Teja Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Jumat sore ( 18/10). Kegiatan yang akan berlangsung 18-20 Oktober 2013 sekaligus ikut berpartisipasi dalam 56nd Jambore On The Air International dan 17th Jambore On The Internet.

Hadir dalam acara pembukaan Jambore On The Air (JOTA) Nasional ke 74 dan Jambore On The Internet (JOTI) Nasional ke- 32, antara lain Kak Hatta, Waka Kwarnas Bidang Kepramukaan dan Saka, Hari Prasetyo Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Jakarta, Perwakilan Andalan Nasional dan pengurus Orari Pusat.

Dalam kesempatan tersebut Kak Kodrat langsung melakukan QSO perdana dengan Kwarda Jawa Timur dan Chatting perdana bersama Kwarda Bali yang disaksikan langsung oleh 27 peserta pramuka penggalang, penegak dan pandega dari Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Bogor yang mengikuti kegiatan Jota Nasional ke 74 dan Joti Nasional ke-32.

Pelatihan Jota Komunikasi Radio Memiliki Peran Yang Sangat Penting Pada kegiatan pertolongan bencana

166966_Jota-joti2.jpg


Cibubur, Dalam kegiatan Jambore On The Air (JOTA) Nasional ke 74 dan Jambore On The Internet (JOTI) Nasional ke- 32 yang berlangsung di Aula Tirta Teja Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, 31 peserta putri dan 28 peserta putra yang terdiri dari anggota pramuka penggalang, penegak dan pandega dari Kwarda DKI Jakarta dan Kwarda Jawa Barat tidak hanya mendapatkan ilmu dan wawasan tentang Joti, akan tetapi mereka juga dibekali ilmu melalui pelatihan Jota tentang Komunikasi Radio dalam Kegiatan Amatir Radio, Sabtu siang ( 19/10).
Kak Dicky Surjadi selaku NJO-Indonesia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dan mempunyai nilai positif untuk generasi muda dimasa yang akan datang. Pengetahuan tentang Komunikasi lewat Radio tetap penting untuk Pramuka. Pelatihan Jamboree On The Air (JOTA) bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan bagi kaum muda yaitu Pramuka Penegak dan Pandega dalam perangkat elektronik khususnya komunikasi menggunakan perangkat Radio Amatir. Komunikasi radio selain bisa digunakan untuk menjalin persahabatan sesama Pramuka se Nusantara maupun sedunia dapat dimanfaatkan dalam membantu kegiatan sosial dan pertolongan bencana, seperti Gunung Meletus, Tsunami, banjir bandang dan sebagainya.

Kak Dicky juga menambahkan bahwa Pada kegiatan pertolongan bencana, komunikasi radio memiliki peran yang sangat penting
Pelatihan dikemas dalam bentuk pemberian materi tentang pengetahuan komunikasi, Standar Operating Prosedur (SOP) dalam Komunikasi radio Amatir, dan Praktek menggunakan perangkat Radio yang dipandu oleh pemateri dari Andalan Nasional GP dan Orari Pusat. Setelah penyampaian materi selesai para Peserta dikenalkan dengan macam-macam alat komunikasi (Alkom), Standar Operating Prosedur (SOP) dalam berkomunikasi radio amatir.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan akan terbina persaudaraan dan persatuan diantara sesama anggota Gerakan Pramuka melalui Komunikasi Radio yang pada gilirannya akan memperkokoh persatuan nasional.

(Humas : Yd)

Pembukaan Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) Tingkat Nasional 2013 2013

993742_Cibubur.jpg


Cibubur, Kak Jana Anggadiredja selaku waka Kwarnas Bidang Pendidikan dan Penelitian membuka secara resmi kegiatan Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) Tingkat Nasional 2013 yang berlangsung diaula Cut Nyak Dien Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu pagi (23/10). Hadir dalam acara pembukaan LPK Nasional, Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Susi Waka Pusdiklatnas dan Andalan Nasional.
Kegiatan LPK Mengambil tema “Be Inspiring Leader” bertujuan untuk meningkatkan Kualitas generasi muda yang siap menjadi pemimpin yang inspiratif dalam menyelesaikan masalah disekitarnya, karena generasi muda Indonesia harus mampu menumbuh kembangkan rasa peduli terhadap masyarakat sosial dan langsung terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan kontribusi sebagai upaya dalam menyelesaikan masalah disekitar kita.

Kegiatan LPK Tingkat nasional tahun 2013 ini akan berlangsung dari tanggal 22-27 Oktober 2013. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Dewan Kerja Daerah dan Cabang dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta yang hadir saat ini adalah 20 orang Purta dan dan 8 orang Putri, Jumlah keseluruhan 28 Orang, dan masih ada 4 Peserta dari Papua barat yang masih dalam perjalanan.

Adapun Kwartir Daerah yang tidak mengirimkan peserta yaitu Kwarda : Sulawesi tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bengkulu, NTT, Sulawesi Barat, Gorontalo, Jawa Timur, Aceh, Bali. Selama pelatihan para peserta akan mendapatkan materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, penguatan karakter, pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, kebijakan Gerakan Pramuka Nasional, Outdoor (dalam bentuk outbone, pengembangan diri, menajemen dan materi pengembangan kepribadian yang ditata dalam suatu kurikulum pelatihan.

Humas : Yd

KPDK Nasional 2013 � Be a Better Rover � tingkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial Pramuka Penegak dan Pandega.

162908_KPDK.jpg
Cibubur, Kak Azrul Azwar selaku Ka Kwarnas Gerakan Pramuka membuka secara resmi kegiatan Kursus Pengelola Dewan Kerja (KPDK) Tingkat Nasional 2013 yang berlangsung di gedung Pusdiklatnas Cibubur, Jakarta Timur, selasa (8/10). Kegiatan KPDK kali ini mengambil tema “ Be a Better Rover “ dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan manajerial Pramuka Penegak dan Pandega terutama bagi mereka yang berkesempatan mendapatkan pembinaan dalam wadah dewan kerja. Hadir dalam acara tersebut Kak Joko Mursitho Kapusdiklatnas Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang didampingi oleh kak Susi Yuliati.
Dalam kesempatan tersebut Ka Kwarnas menyampaikan materi tentang kebijakan Kwarnas dalam pembinaan T/D dan Dewan Kerja. Kak azrul juga mengingatkan kepada seluruh peserta yang mengikuti KPDK Nasional 2013 “ sebagai wadah bina yang bertanggung jawab mengelola kegiatan dan pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega, anggota dewan kerja dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kepemimpinan dan manajerial, untuk tujuan bina satuan pada khususnya dan bina masyarakat pada umumnya sesuai dengan tema Be a better rover”.
Sementara itu Ketua Sangga Kerja, Kurniawan mengatakan “ kegiatan KPDK nasional ini berlangsung dari tanggal 7-8 Oktober 2013 yang diikuti oleh rekan-rekan anggota Dewan Kerja Daerah dan Cabang berjumlah 27 orang yang terdiri 18 peserta putera dan 9 peserta putri, yang seharusnya diikuti oleh 33 Kwarda namun ada 12 Kwarda yang tidak mengirimkan peserta diantaranya Kwarda Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Kalimantan Timur, D.I Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Papua dan Papua Barat”.
Selama pelatihan para peserta mendapatkan materi yang disampaikan Perwakilan Andalan Nasional, unsure cendikiawan dan praktisi serta unsur Dewan Kerja Nasional yang berkaitan dengan kepemimpinan, penguatan karakter, pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, kebijakan Gerakan Pramuka Nasional, Keterampilan Manajemen yang dilakukan secara Outdoor dalam bentuk Outbone, Pengembangan diri, manajemen dan materi wawasan yang ditata dalam satu kurikulum pelatihan.

(Humas / foto : Yd)

Jumat, 04 Oktober 2013

Mr. Neville Tomkins, International Commissioner the Scouts Australia.


316745_HKN_6325.JPG


Kwartir Nasional Gerakan Pramuka hari ini (3/10) pada pukul 10.00 wib menerima tamu Mr. Neville Tomkins, International Commissioner the Scouts Australia.
Mr. Neville diterima oleh Kak Azrul Azwar selaku Ka Kwarnas Gerakan Pramuka bersama Kak Irid F. Agoes,  Waka Kwarnas  Bidang Hubungan Internasional/International Commissioner,   Kak Amoroso Katamsi , Waka Kwarnas Bidang Organisasi, Kak Eris Erryanto, Waka Kwarnas Bidang Abdimas dan Pramuka Peduli,  Kak Joedyaningsih , Sesjen Kwarnas, Kak Ramli Sairin, Bendahara Kwarnas, Kak Fachry Sulaiman,  Andalan Nasional  Bidang Hublu  serta  staf Kwarnas.
Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa rencana kerjasama antara kedua belah pihak,  antara lain  rencana pengiriman 2 orang pramuka penggalang ke Jambore Nasional Australia tahun 2016, pertukaran pramuka Indonesia dan Australia,   dan penugasan pramuka   Australia  di Gerakan  Pramuka sebagai relawan selama 12 bulan.
Mr. Neville  sangat mengharapkan terlaksananya kerjasama  ini dalam rangka mengisi diplomasi antar masyarakat Australia dan Indonesia.  Untuk itu dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ditandatangani understanding antara kedua belah fihak sebelum ditingkatkan menjadi MOU. Mr Neville Tomkins  tiba semalam dan akan berada di Jakarta hingga tanggal 6 Oktober 2013. Acara lain selama di Jakarta, adalah meninjau Bumi Perkemahan Cibubur, latihan gugusdepan  dan jamboree ranting di Jakarta.
[Humas /Foto : Kak Siswanto]

Kakwarnas Dukung Kemah Sako Masyarakat Adat Papua


599858_1.JPG

             Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MPH sangat mendukung pelaksanaan Perkemahan Sako Masyarakat Adat Papua. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Papua, Lenis Kogoya, S.Th, M.Hum di ruang rapat pimpinan Kwarnas, Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, Selasa siang (1/10)
            Kita berharap Gerakan Pramuka punya peran penting dalam menciptakan perdamaian warga Papua karena diyakini bahwa pramuka masih diterima kehadirannya, kata Kak Azrul Azwar.
            Penyelenggaraan Kemah Sako Masyarakat Adat Papua ini ungkap Lenis Kogoya adalah menanamkan wawasan kebangsaan bagi seluruh warga masyarakat adat Papua agar tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
            “Pramuka dianggap mampu mengubah sikap  keindonesiaan dan hidup secara damai dengan warga lain untuk saling toleransi sesama warga sebangsa, tegas Lenis yang sengaja datang ke Jakarta untuk meminta dukungan baik kepada pemerintah pusat maupun kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
            Kegiatan yang mengangkat tema “Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”, ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 – 17 Nopember 2013 di Wamena, Jayawijaya, Papua.
            Adapun tujuan dari Kemah  Sako Masyarakat Adat Pupua ini adalah 1) Mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, 2) Mempersiapkan generasi muda sebagai warga negara yang baik dan kader pimpinan Bangsa yang tangguh pada masa depan, dan 3) Mempercepat pembangunan fisik dan nonfisik masyarakat Papua secara keseluruhan.
            Sementara pesertanya adalah perwakilan Lembaga Masyarakat Adat Propinsi Papua dan Papua Barat : 38 Kabupaten @5 peserta = 190 orang serta anggota Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega dari 6 Kwartir Cabang (Jayawijaya, Lanijaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo, Puncak Jaya ) @20 orang = 120 orang

Mr. Neville Tomkins, International Commissioner the Scouts Australia.


316745_HKN_6325.JPG

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka hari ini (3/10) pada pukul 10.00 wib menerima tamu Mr. Neville Tomkins, International Commissioner the Scouts Australia.
Mr. Neville diterima oleh Kak Azrul Azwar selaku Ka Kwarnas Gerakan Pramuka bersama Kak Irid F. Agoes,  Waka Kwarnas  Bidang Hubungan Internasional/International Commissioner,   Kak Amoroso Katamsi , Waka Kwarnas Bidang Organisasi, Kak Eris Erryanto, Waka Kwarnas Bidang Abdimas dan Pramuka Peduli,  Kak Joedyaningsih , Sesjen Kwarnas, Kak Ramli Sairin, Bendahara Kwarnas, Kak Fachry Sulaiman,  Andalan Nasional  Bidang Hublu  serta  staf Kwarnas.
Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa rencana kerjasama antara kedua belah pihak,  antara lain  rencana pengiriman 2 orang pramuka penggalang ke Jambore Nasional Australia tahun 2016, pertukaran pramuka Indonesia dan Australia,   dan penugasan pramuka   Australia  di Gerakan  Pramuka sebagai relawan selama 12 bulan.
Mr. Neville  sangat mengharapkan terlaksananya kerjasama  ini dalam rangka mengisi diplomasi antar masyarakat Australia dan Indonesia.  Untuk itu dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ditandatangani understanding antara kedua belah fihak sebelum ditingkatkan menjadi MOU. Mr Neville Tomkins  tiba semalam dan akan berada di Jakarta hingga tanggal 6 Oktober 2013. Acara lain selama di Jakarta, adalah meninjau Bumi Perkemahan Cibubur, latihan gugusdepan  dan jamboree ranting di Jakarta.
[Humas /Foto : Kak Siswanto]

Rabu, 18 September 2013

Pelangi Bhineka Tunggal Ika di KPN 2013


381706_a.JPG

Detik-detik usainya kegiatan Karang Pamitran  Nasional 2013 tidak mengurangi semangat para peserta untuk unjuk kebolehan dalam mempertontonkan kelebihan daerahnya masing-masing. Mulai dari Karnaval pakaian adat, olahan kuliner  khas dan penampilan tarian-tariannya.
Acara mulai gemuruh riuh ketika tiap-tiap kontingen memasuki lapangan utama dengan aneka pakaian-pakaian adat yang dikenakan hingga makanan khas yang langsung dipajang dimeja-meja yang telah disediakan oleh panitia.
Kontingen Aceh merupakan kontingen yang diberikan kesempatan untuk membuka acara. Gerak lincah para pembina pencetak kader pramuka selanjutnya menyiratkan semangat dan kegembiraan.  
Selain itu, acara saling berfoto bareng pun cukup membuat lokasi utama kegiatan  jadi makin meriah. Kemeriahan utama yakni terlihat dari para peserta yang memakai pakaian adatnya masing-masing. Ketika diwawancarai ke beberapa kontingen sebagian besar menyatakan dengan bangga memakai pakaian adatnya meskipun harus dalam cuaca yang sangat panas.
Kebanyakan filosofis pakaian adat yang mereka pakai adalah lebih kepada pakaian yang sakral, artinya hanya bisa dipakai dalam kegiatan atau ritual-ritual tertentu., contohnya : Pesta rumah dansa (Dogyai Papua), Tarian sebelum berangkat perang dan setelah perang  (Ngada NTT), Acara Adat (Jayapura).
Puncak acara semakin berbaur baik di area depan panggung pentas seni maupun di tenda utama yang dipakai khusus olahan kuliner masing- masing daerah, karena peserta saling mencicipi makanan antar daerah. Terlihat sudah pelangi  Bhineka Tunggal Ika yang mewarnai kegiatan akhir Karang Pamitran Nasional 2013. Tim Humas KPN (S-AH)

Senin, 09 September 2013

World Scout Moot Canada 2013 - by the youth, for the youth


Today is the International Day of the Youth. The World Scout Moot 2013 has started in the right earnest a few days ago in Awacamenj Mino campsite, an hour away from Ottawa in Canada. World Scouting’s flagship event for 18-25 year old Scouts, the Moot, is proving to be a new opportunity to test the strength of the Scout Movement’s programme for young adults, of its educational capacity and its unwavering commitment to contribute to "Creating a Better World."
Opening ceremony

This event is focused on young people aged 18 to 25 years. Young people have the ability and the potential to impact the society in their respective countries immediately after their return and lead positive changes that our times demand.
More than 2,000 young people from 82 countries have traversed the world to meet in Canada in the middle of a beautiful and impressive natural setting. The large gathering of Scouts here demonstrates that there are differences of all kinds, but also showcases that young people are finding their similarities in tastes, needs and interests, reaffirming the value of dialogue and respect as the only way to build a lasting peace as advised by the elders of the First Nations (indigenous community of Canada).
This is what Scouting has done for over 100 years and that will continue forever. The Moot continues until the 18th of August.
Follow the World Scout Moot live from World Scouting’s Facebook Page
Hashtag: #moot2013
Photos: World Scouting on Flikr

Makna di Balik Upacara Adat Pembukaan KPN ke-4 2013


791294_2.JPG

Dengan memakai kostum tradisional nusantara, seluruh perwakilan peserta Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013) yang mewakili setiap 33 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka se-Indonesia melakukan prosesi upacara adat penancapan kapak pada upacara pembukaan KPN 2013 ke-4 tahun 2013. Acara berlangsung tanggal 9 September 2013 ini dilaksanakan di lapangan Kempi I, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.
Sebelumnya upacara pembukaan yang dipimpin langsung Ketua Kwartir Nasional (Ka Kwarnas) Gerakan Pramuka, Kak Azrul Azwar tersebut, didahului dengan penampilan rampag bedug dari sanggar kesenian “Harum Sari” Kwarda Banten.”
Makna dibalik upacara adat Karang Pamitran ini, merupakan simbolisasi yang diadopsi dari nuansa sumpah Palapanya Patih Gajah Mada, kerajaan Majapahit yang pada waktu itu sempat bersumpah ingin menyatukan seluruh nusantara menjadi satu kesatuan melalui sumpah palapanya.
Saat ini kita juga mempunyai janji sebagai pembina pramuka yaitu Iklas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawalaksana, karena itu, kegiatan ini sangat bagus sekali untuk diselenggarakan dimana para pembina dari seluruh Indonesia berkumpul untuk saling bertukar pikiran, metode, dan pengalaman dalam membina di lapangan, ungkap Kak Dr. Susi Yuliati, M.Sc, Wakil Ketua Pelaksana KPN 2013.
Menurut Kak Susi, panggilan akrab Susi Yuliati, “setiap kesulitan yang mereka hadapi bisa kita tampung dan kita bisa mengatasinya bersama-sama”.
Selanjutnya saat ditanya mengenai gerak dan lagu dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Kak Susi menambahkan, gerak dan lagu dari NTT yang ditampilkan pada upacara pembukaan merupakan cerminan dari rasa kegembiraan dan kebersamaan dan gerak serta lagunya sangat mudah dilakukan dan saat ini diharapkan semua peserta ikut serta. Termasuk alat musik tradisional Sasando dari NTT yang dipersembahkan kepada Ka Kwarnas, tujuannya tidak lain untuk menyambut penyelenggaraan Munas Gerakan Pramuka 2013 yang rencananya akan digelar di bulan Desember 2013 mendatang di NTT.
Sementara itu, Ayang Wulandari, salah satu pengisi acara kesenian dari Sanggar Harum Sari mengungkapkan kebanggaan dirinya karena bisa tampil dalam kegiatan pramuka tngkat nasional.  Ia berharap kesenian tradisional asal Pandeglang Banten ini dapat diterima baik oleh para peserta dari seluruh Indonesia.
Selain itu, dua perwakilan peserta putri asal kota Monohon Manado Kak Ajeng dan kak Katrin menyatakan kegembiraannya bisa mengikuti kegiatan KPN 2013 dan bangga dengan penampilan upacara adat yang dibawakan para peserta.
Setidaknya upacara adat ini mengingatkan kembali tentang sejarah patih Gajah Mada yang mampu menyatukan nusantara dengan sumpah palapanya, dan diharapkan pramuka juga bisa kembali giat dilaksanakan di daerah masing-masing,” ucap kak Ajeng yang juga berprofesi sebagai guru PLB.
Usai upacara pembukaan, peserta diajak menari bersama dengan alunan music daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Gelu Famire. Tim Humas KPN 2013 (B-TP)

Pemerintahan KPN 2013 Bertemu Dengan Pinkon Daerah


229327_1.JPG

Jakarta (9/9) Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. Jana T. Anggadiredja, M.Sc, Apt memimpin langsung Rapat Koordinasi Pimpinan Kontingen Daerah pada minggu malam (8/9) di Aula Dewi Sartika, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.
           Mengawali forum koordinasi itu, pemerintahan Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013) yaitu pimpinan Kwartir Daerah (Kwarda), pimpinan Kwartir Cabang (Kwarcab), pimpinan Kwartir Ranting (Kwarran), dan pimpinan Bidang-Bidang KPN 2013 diperkenalkan kepada para pimpinan kontingen dari 33 Kwartir Daerah se-Indonesia.
Rapat yang diwarnai suasana penuh keakraban itu, Penangungjawab KPN 2013 menyatakan bahwa kegiatan Karang Pamitran ini menjadi penting untuk dilaksanakan karena Gerakan Pramuka saat ini mulai dilirik kembali baik oleh pemerintah dan  berbagai elemen masyarakat.”
Menurut Kak Jana, sapaan Jana T. Anggadiredja, Karang Pamitran Tingkat Nasional ini merupakan Karang Pamitran ke empat setelah kegiatan pertama kali pada tahun 1983 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, dan saat ini pramuka sedang dilirik dan dipercaya kembali oleh pemerintah dan berbagai lemen masyarakat.
“KPN 2013 ini menjadi momentum penting untuk mensukseskan pendidikan kepramukaan di tanah air,” ujar kak Jana.
Kak Jana mengatakan bahwa ada dua hal pokok agar kepramukaan sebagai sarana pendidikan kader-kader bangsa yang berkarakter dapat berjalan sukses diantaranya; di satuan pendidikan untuk peserta didik yaitu di gugus depan dan untuk anggota pramuka dewasa di pusat pendidikan dan latihan, jadi disitulah proses pendidikan kepramukaan dapat berjalan sukses.
“Intinya kalau pembina pramuka berkualitas maka secara otomatis peserta didiknya juga berkualitas, jadi kita manfaatkan KPN 2013 ini sebagai contoh untuk dilaksanakan di daerah masing-masing,” ungkap kak Jana.
Kak Jana menambahkan, perubahan program pendidikan kepramukaan yang baru ini, semoga dapat diselesaikan pada kegiatan KPN 2013 ini.
Sementara itu, Kak Joko Mursito selaku Ketua Pelaksana KPN 2013 berharap hasil dari KPN 2013 ini dapat diterapkan dengan baik dan dapat diterima oleh peserta didik.
“Jadi Karang Pamitran ini sama dengan jamborenya para pembina pramuka, tujuannya mereka bertemu dan berbagi pengalaman ketika mereka melaksanakan kurikulum kepramukaan. Mereka mempraktekkan dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari pendidikan kepramukaan baik mahir dasar maupun mahir lanjutan di gugus depan” tegas Kak Joko Murshito. Tim Humas KPN 2013 (B-TP)

Penanggungjawab KPN 2013: KPN 2013 Siap Digelar


969087_1.JPG

Jakarta (8/9), Penanggungjawab kegiatan Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 atau disingkat KPN 2013, Prof. Dr. Jana T. Anggadiredja mengatakan bahwa secara teknis persiapan pelaksanaan KPN 2013 sudah rampung dan siap untuk dilaksanakan, termasuk pelaksanaan upacara pembukaan yang akan digelar Senin pagi (9/9). Konfirmasi terakhir, Menko Kesra telah menyatakan siap dan berkenan membuka KPN 2013 di Lapangan Perkemahan Puteri I, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.
Selain kesiapan acara pembukaan, ujar Waka Kwarnas Bidang Pendidikan & Penelitian, Kak. Prof. Dr. Jana T. Anggadiredja yang akrab disapa Kak Jana, kegiatan KPN yang akan berlangsung selama sepekan, 9-14 September 2013 di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta meliputi materi gelang ajar yang akan diberikan kepada para Pembina Pramuka Mahir Siaga, Pembina Pramuka Mahir Penggalang, dan Pembina Pramuka Mahir Penegak/Pandega disamping kegiatan lainnya.
Pertemuan para Pembina Pramuka setanah air yang mengusung tema “ Pembina Pramuka Berkualitas untuk Kader Pemimpin Bangsa “ ini bakal di ikuti oleh sekitar 4.000 orang Pembina Pramuka dari Kwartir Cabang seluruh Indonesia.  

Sanggar Kesenian Harum Sari Akan Meriahkan Pembukaan KPN 2013


512256_1.JPG

Jakarta (8/9) salah satu pengisi acara kesenian yang akan tampil dalam Pembukaan Karang Pamitran Tingkat Nasional Tahun 2013 (KPN 2013) adalah Sanggar Tari Harum Sari. Mereka yang beranggotakan 12 siswa-siswi dari SMK dan SMU yang ada diwilayah Cikondang Kabupaten Pandeglang Banten. Dalam sesi Gladi Bersih yang berlangsung Lapangan Perkemahan Putri I Bumi Perkemahan Cibubur, mereka tampil apik. 
Endang Suhendar Pimpinan Sanggar Harum sari mengatakan bahwa anak didiknya akan membawakan sebuah kesenian tradisional yaitu Rampak Bedug, Sebuah kesenian yang berawal dari kegiatan yang  biasa dilakukan oleh masyarakat Pandeglang ketika Bulan Ramadhan tiba atau saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. 
Rampak Bedug dikemas pertama kali sekitar tahun 1970 dengan menyisipkan berbagai macam inovasi sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Prestasi terbaik Sanggar Kesenian Harum Sari adalah mendapat predikat juara 1 Tingkat Nasional pada tahun 1984 mewakili Provinsi Jawa Barat dan Juara 1 L2SN Tingkat SMK  Nasional pada tahun 2013. 
Senin pagi (9/9) Menko Kesra RI, Agung Laksono dijadwalkan membuka secara resmi kegiatan Pertemuan Para Pembina Pramuka setanah air. Tim Humas KPN 2013 (YS)