Rabu, 18 September 2013

Pelangi Bhineka Tunggal Ika di KPN 2013


381706_a.JPG

Detik-detik usainya kegiatan Karang Pamitran  Nasional 2013 tidak mengurangi semangat para peserta untuk unjuk kebolehan dalam mempertontonkan kelebihan daerahnya masing-masing. Mulai dari Karnaval pakaian adat, olahan kuliner  khas dan penampilan tarian-tariannya.
Acara mulai gemuruh riuh ketika tiap-tiap kontingen memasuki lapangan utama dengan aneka pakaian-pakaian adat yang dikenakan hingga makanan khas yang langsung dipajang dimeja-meja yang telah disediakan oleh panitia.
Kontingen Aceh merupakan kontingen yang diberikan kesempatan untuk membuka acara. Gerak lincah para pembina pencetak kader pramuka selanjutnya menyiratkan semangat dan kegembiraan.  
Selain itu, acara saling berfoto bareng pun cukup membuat lokasi utama kegiatan  jadi makin meriah. Kemeriahan utama yakni terlihat dari para peserta yang memakai pakaian adatnya masing-masing. Ketika diwawancarai ke beberapa kontingen sebagian besar menyatakan dengan bangga memakai pakaian adatnya meskipun harus dalam cuaca yang sangat panas.
Kebanyakan filosofis pakaian adat yang mereka pakai adalah lebih kepada pakaian yang sakral, artinya hanya bisa dipakai dalam kegiatan atau ritual-ritual tertentu., contohnya : Pesta rumah dansa (Dogyai Papua), Tarian sebelum berangkat perang dan setelah perang  (Ngada NTT), Acara Adat (Jayapura).
Puncak acara semakin berbaur baik di area depan panggung pentas seni maupun di tenda utama yang dipakai khusus olahan kuliner masing- masing daerah, karena peserta saling mencicipi makanan antar daerah. Terlihat sudah pelangi  Bhineka Tunggal Ika yang mewarnai kegiatan akhir Karang Pamitran Nasional 2013. Tim Humas KPN (S-AH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar